Komunitas Peternak Indonesia

Bloat, Penyakit Kembung pada Kambing

Kategori : Peternakan | Sub Kategori : Non-Unggas Dimuat pada: 2021-12-29 21:48:39


Bloat, Penyakit Kembung pada Kambing

Bloat, Penyakit Kembung pada Kambing

09 Des 2021

Sumber: https://www.litbang.pertanian.go.id/info-teknologi/4370/

Drh. Lu’ulul Amna, M. Biomed. peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan (BPTP Sulsel) menyampaikan bahwa, bloat atau kembung merupakan bentuk penyakit / kelainan alat pencernaan yang bersifat akut, yang disertai penimbunan gas di dalam lambung ternak ruminansia.

Gejalanya adalah perut sebelah kiri membesar, menonjol keluar, dan berisi gas. Ternak tidak tenang, gelisah, sebentar berbaring lalu segera bangun. Ternak mengerang kesakitan, nafsu makan turun bahkan tidak mau makan, kemudian ternak bernafas dengan mulutnya. Pada saat berbaring ternak menjulurkan lehernya untuk membebaskan gas dari perut.

Selanjutnya dokter hewan lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga ini juga menyampaikan bloat atau kembung disebabkan oleh faktor pakan dan faktor ternak. Faktor pakan antara lain disebabkan oleh pemberian hijauan leguminosa yang berlebihan, makan tanaman/hijauan yang terlalu muda, biji-bijian yang digiling sampai halus, pemberian pakan hijauan dan konsentrat yang tidak seimbang (konsentrat lebih banyak) seperti hijauan yang terlalu banyak dipupuk dengan urea, pemberian hijauan dalam kondisi basah dan pakan yang rusak, busuk, berjamur.

Sedangkan bloat yang disebabkan oleh faktor ternak adalah faktor keturunan, tingkat kepekaan dari masing-masing ternak, ternak bunting yang kondisinya menurun, ternak yang sedang sakit atau dalam proses penyembuhan, ternak yang mengalami anemia dan kelemahan tubuh secara umum.

Penyakit bolat atau kembung perut dapat dicegah dengan cara antara lain tidak mengembalakan ternak terlalu pagi, karena rumput masih mengandung embun. Tidak membiarkan ternak terlalu lapar. Hijauan yang diberikan hendaknya dilayukan terlebih dahulu. Tidak memberikan pakan yang sudah rusak.

Kemudian, tidak memberikan rumput muda, hindari pemberian leguminosa yang terlalu banyak dalam ransum. Juga hindari pemberian hijauan yang terlalu banyak, lebih baik memberikan sedikit demi sedikit tetapi sering kali. (REP)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Pencarian Artikel

Kategori Artikel
  • Peternakan
  • Pertanian
  • Ekonomi
  • Politik
  • Teknologi
  • Lain-lain

Artikel Saat ini
  • 1-Jasprit Bumrah ruled out of England T20I series due to injury
  • 2-Tata Steel, Thyssenkrupp Finalise Landmark Steel Deal
  • 3-UNs Jean Pierre Lacroix thanks India for contribution to peacekeeping
  • 4-Shah holds meeting with NE states leaders in Manipur
  • PROLAPSUS UTERUS SETELAH MELAHIRKAN PADA TERNAK
  • Helminthiasis, Penyakit Cacing Pada Kambing
  • Mengenal Heritabilitas pada Domba
  • Pemberian Complete Feed Blok pada Domba
  • Bloat, Penyakit Kembung pada Kambing
  • CARA BETERNAK DOMBA MERINO
  • Teknik Tepat Memilih Bibit Domba

Digifarm